Ini merupakan sebuah petualangan, aku tak menyesal pernah melakukannya. Tergerak oleh sebuah rasa ingin tahu, juga rasa ingin mencoba, dan akhirnya ada sebuah keberanian untuk melakukan.
Aku laki-laki, anak ke empat dari lima bersaudara, laki-laki sendiri. Ayahku sudah meninggal waktu aku umur kurang lebih 2 tahun. Dari kecil aku di asuh oleh ibu dan kakak-kakakku, semuanya perempuan. Mungkin karena hal inilah aku merasa tak dididik jadi laki-laki, aku merasa tak punya figur ayah sebagai panutan.
Sehingga aku besar sebagai laki-laki sensitif, sering merasa kalah (pecundang), dan penakut. Juga terhadap perempuan. Sejak mengenal perempuan waktu SMP sampai kuliah, dan umur 26 tahun, aku tak pernah pacar. Hidupku yang kering, ditambah, kasih sayang dati orang tua, ayah, mungkin menjadi salah satu alasan aku mencoba-coba. Aku seperti ingin membuktikan bahwa aku juga laki-laki. Dan laki-laki normal suka perempuan. Dan laki-laki normal boleh-boleh saja nakal, bahkan di mataku waktu itu justru ada nilai plus.
Itu yang kudengar dari teman-teman yang dengan bangga menceritakan pernah membawa pacarnya dan bercerita tentang kemesraannya. Atau kenakalan mengganggu cewek satu desa, waktu malam-malam pulang nonton. Ahhh,, aku tak punya pengalaman seperti itu.
Padahal sebagai lelaki normal aku ingin. Ingin merasakan memeluk cewek, mencium, atau meraba… Merasakan bagaiman punya pacar, bisa memamerkan ke orang lain, aku sudah laku.
Tapi semua itu aku lalui dengan diam, berusaha bersabar, tap iterus mendendam, aku harus mengalaminya. Tenyata keberanian tak kunjung datang, aku mungkin terlalu pengecut, jadi untuk nakal saja tak punya keberanian.
Akhirnya waktunya datang juga, kesempatan, bertemu dengan keberanian.
bersambung…………………………….