Ke Lampung, ketemu teman chatting
Berawal dari chatting, lupa bagimana ceritanya yang jelas kami sering chatting dan tukeran no HP. Jadilah sering telp-telponan. Mungkin karena di telpon, kita gak lihat langsung, jadi menghayal, seperti apa rupanya. Semakin lama-semakin intens, dan tukeran foto. Lewat email dia kirim fotonya, aku juga.
Langsung mengkhayal, ini bisa jadi pengalaman menarik.
Aku lihat sih wajahnya biasa. Tapi rasa ingin berpetualang sedemikian besa, jadi gak pa-pa buat main-main. Kejam ya?
Akhirnya aku nekat berkunjung ke Lampung. Itu adalahperjalanan pertama keluar pulau, sendiri lagi. Nanya ke orang-orang kalau ke Lampung lewat terminal Kalideres. Ya, langsung ke TKP.
Dari kos jam 8, itu juga termasuk pagi, karena malamnya tak bisa tidur memikirkan besok akan ketemu. Akhirnya, naik bis ekonomi jurusan merak. Ternyata perjalanan panjang, 3 jam.
Sampi pelabuhan beli tiket, menyeberang sampai pelabuhan Bakauheni, Lampung. Bingung, tapi biar tidak seperti orang hilang duduk dulu belies sambil nanya ke penjualnya, kalau ke Raja Basa naik apa ya?
Bukan apa-apa, melihat pertama kali orang-orang terminan memang sangar dan kasar. Sebagai orang luar pulau kan harus hati2.
Akhirnya naik bis jurusan Raja Basa. SEpanjang perjalanan sms-an sama dia. Ya untuk sinyal mentari masih ada, walau kadang2 hilang kalau di pedalaman.
Sampailah di terminal rajabasa. Dia belum muncul. Aku telpon, ya, sebentar lagi nyampai. Akhirnya dia muncul. Aku tak begitu kaget, sudah lihat fotonya di email. Tapi ya itu, dia pakai jilbab, dengan rok kulot yang longgar, akan sampikah niatku?
Kitapun ke Tanjungkarang. Aku nanya, aku tidur dimana? Dia menawarkan losmen kecil untuk menginap satu atau dua malam. Tapi aku gak cocok. Dia menawarkan hotel kelas melati. Okelah. Harga cukup murah, 60 ribu saja.
Sudah dapat kamar, langsung dia ngajak ke pantai teluk betung. Ya cerita-cerita. Jam 5 pulang ke hotel. Jadi ada kesempatan berduaan di kamar hotel. Ini dia, perasaanku mulai berkecamuk, dan pikiran ngeres mulai muncul.
Tapi aku gak berani, gimana caranya ya? Karena capek, aku bilang mau mandi dulu. Dia bilang kepalanya pusing mau tiduran. Ini dia. Akupun mandi cepat, begitu selesai mendapati dia masih tiduran. “kepalaku pusing,” katanya.
Inilah jalan masuknya.Aku yang sedikit mengerti dengan pijat refleksi pun menawarkan memijatnya. Dari punggung, tangan, dan dia berbalik. Langsung kuĀ raba dadanya, dia mengatakan jangan. Tapi ya sudah terlanjur, aku pun ikut tiduran dan memelukna. Maka terjadilah, kita bercumbu….
hanya berumbu, buka baju. tak lebih.
Dua hari di Lampung, dua hari bermesraan.
to be continu….
Agustus 22, 2010 at 9:52 pm
hahahaha… lucu ceritanya, saya rencana mau main ke lampung juga, boleh minta info ga ttg penginapannya?murah si.. thanks y
Mei 6, 2011 at 7:28 pm
Lampung yang aku tahu ada hotel dekat Unila, lumayan, sudah bintang. satunya lagi ya hotel dekat tugu di tanjung karang. lupa namanya. murah, mungkin sekarang semalam sekitar 120 ribu.