Pertemuan Kedua, Jakarta
Ini lanjutan dari cerita dengan teman di lampung. Setelah beberapa bulan, rasa kangen datang lagi. Berpikir bertemu lagi. Tapi, ya ternyata pekerjaanku tak banyak meberi waktu libur kecuali akhir minggu. akhirnya dengan merayu, aku berhasil meminta dia saja yang ke jakarta.
Janji pun dibuat, akomodasi disiapkan. Kujemput di Slipi. Pertemuan yang biasa saja, tak ada perasaan membuncah, kecuali sekedar hasrat yang harus tertumpah. Belanja dulu buat stok makan di penginapan.
Oh ya, setelah pertemuan di lampung sebenarnya aku juga menjalin hubungan dengan anak bogor. Kalau ini ketemu di stasiun. Ini akan saya ceritakan nanti ya….
Sampailah di sebuah hotel melati, di sebuah tempat dekat tanah abang. cari saja yang murah, tapi aman.
Tiba, istirahat, dan seolah menahan hasrat. Kita hanya cerita keadaan, curhat, dll.
Sekitar jam 19, habis makan malam, sambil nonton TV kita ngobrol lagi. Sampai wktu tersebut tak ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Kamar AC yang dingin membuat kita harus berselimut. Inilah jalan masuknya. Dengan satu selimut kita nonton TV sambil cerita.
Sebenarnya sih pikiran sudah ngeres sejak sore tadi, tapi berusaha menahan diri. Ruangan yang dingin, semakin malam, maka semakin syahdu. ya terjadilah. Pegangan tangan, raba-raba, berpelukan, berciuman dan bergulat. lepas baju. Tapi hanya itu, belum sampai yang lebih jauh..
Malam, dinihari bermesraan lagi, pagi.
Dua hari menuntaskan birahi. lalu dia pulang kembali….
Tinggalkan sebuah Komentar