Bogor yang dingin…. 1
Dengan anak bogor juga ketemu waktu ke kebon Raya. Ingat ini adalah cerita lalu, sekitar tahun 2005. Dia lumayan manis, ceria. Dia berjilbab. Sama seperti sebelumnya. Namun pengalaman sebelumnya membuatku ingin terus. Heran, sekarang aku tak begitu peduli dengan atribut agama. Padahal dulu aku begitu menghormati orang berjilbab.
Mungkin karena masih baru, maka semangat untuk berburu begitu menggebu. Kenalan, merayu, dan menjebak dengan tawaran-tawaran, dan minta nomer HP.
Di Kebon raya adalah permulaan, tapi sangat berkesan. walaupun tidak begitu intens, karena dia bersama keluarga, tapi dengan nomor HP, ini bisa dilanjutkan.
Begitulah. Setelah itu, komunikasi dilajutkan lewat HP. SMS, dan telpon paket murah sampai tengah malam. Mungkin telpon, mendengar suara memang begitu kuat mempengaruhi syaraf khayalan. Akupun jadi membayangkan bagimana kalu ketemu. Tapi dia masih kuliah, jadi harus cari waktu yang tepat. Waktunya justru bukan pas liburan, tapi tengah minggu.
Aku pun ijin ke kantor dengan alasan pusing. tinggal SMS: Pak, saya hari ini tidak masuk, sakit. Bos menjawab: Oke, istirahat saja.
Hari Rabu saya dan dia janjian ketemuan. Jam 8 saya berangkat naik KRL. Kami bertemu di stasiun Bogor. Kulihat dia pakai jilbab warna hitam,
…………………………..
Tinggalkan sebuah Komentar